Friday, 3 June 2011

Galau Paspen vs Balada Kalkulator (Si KalkuSio)

Friday, 3 June 2011
Homft, bahkan sampe ini detik preparationku untuk responsi Teknologi Pascapanen masih NOL! (baca: nol besar). Nggak tau ajalah males pokoknya. Udah gitu note yang dibolehkan cuma 1/4 HVS *ngok* dan itu adalah note terkecil yang dibuat untuk event sebesar responsi anak TeP UGM! Alasannya sih krn rumus yang dipake di tiap acara praktikum ya mung itu2 aja. HOW COMEEE??? Gimana nggak geregetan bin esmosyong lha wong misal ya, disuruh nyari  ’Kadar Air Setimbang’. Acara 4 rumusnya [(massa akhir-massa padatan)/masa akhir] x 100%. Eeeehhhh di Acara 5, ‘ Kadar Air Setimbang’ ditentukan dengan [(berat sample setimbang-berat sampel pasca pengovenan)/berat sample setimbang] x 100% daaaannn masih banyak lagi rumus overlap yang aku nggak bisa ngeh. Gosh! Mbuh!!!

So, diriku lebih milih buat mantengin leptop sambil ngeblog . Oh iya, ada hal lucu ni. Si KalkuSio kan udah koma sekitar secawu terhitung sejak massa Kerja Praktek-ku di bulan Maret. Doi koma lantaran kehujanan pas extra extreme adventure bareng temen sejatek waktu itu, setidaknya itu yang aku amati. Berbulan-bulan doi cuma ngerong aja di buffet rak buku kamarku, sama sekali nggak pernah berkunjung ke kampus. Aku-nya juga merasa takut kalau harus memeriksakan si doi. Takut kalau ‘dokter’ mengvonis yang tidak-tidak.
Sebenernya ada sih kalkulator serep. Tapi masyaAllah, dia seharusnya udah masuk panti jompo KalkuCasio huaaaaaa… Alhasil sesiang aku ribet nyari pinjeman kalkulator. Kalau pinjem anak-anak ya jelas nggak mungkin wong bakal mereka pake juga buat responsi paspen sabtu besok ituh. Akhirnya menghubungi teman SMA dan sodara buat pinjem. Minjem aja rempong karena emang nggak semua ready kalkulator sayentifik layak yang aku butuh (baca: pas dan aku bisa makenya). Giliran aku bisa pake, speknya ternyata nggak memenuhi standar-buat-ngitung-itungan-anak-teknik-pertanian. Giliran canggih, aku-yang-ndeso-ini nggak bisa cara make-nya. R.I.B.E.T. Dan dari sekian banyak yang aku hubungi ternyata berharta kalkulator dengan spek +-÷× sajah, its meaaaaaannnn: NGGAK BAKALAN BISA BUAT NGITUNG REGRESI BESERTA ANTEK2NYA! Yup, ditengah kebimbangan nan galau inilah Ibuk suddenly menyebut nama Rima. Dia temen aku SD&SMA, sekarang di biologi. Yah, setidaknya dia pasti punya kalkulator sayentifik. OK, aku coling (calling) dia. Punya dia ternyata dibawa kakaknya. Well, aku baru inget kalau kakanya tuh anak Fisika Murni di kampus. Kalau kalkulator Rima dipinjem big bro nya, bisa dipastikan kalkulator Rima sayentifik, bukaann? *girang* Ok, fix minjem punya Rima. Doi bilang bakal dipinjemin dari kakaknya. Ok, SIP!
Si Serep yang udah uzur (fx-3600Pv) SOURCE

Kebetulan sore ini Budhe dari semarang pada ngumpul di rumah eyang. Alhasil aku disuruh ke sana. Bapak bilang sekalian aja tuh kalkulator di bawa ke reparasi. Aku mengiyakan, “Yoh, tak rana sik wae. Mengko mangakate nanggone eyang bar aku seka kana”. Rencana aku ke reparasian, trus balik lagi dan baru capcus ke rumah eyang gicu lhoch…
Nggak lama setelah mengkal si miong sampe juga ke reparasian. Eh, si mas repar ngutek2 cukup beberapa waktu cuma buat buka penutup KalkuSio-ku ngeheheee… Aku bantu deh akhirnya. Daaannn oh lalaaaa… si KalkuSio menyala dengan manisnya. *gleg*. tengsin juga sih apalagi si masnya senyum kecut-asem gimanaaa gethoh. Aku nyengir kuda sambil ber-lhah-lhoh-kok yang geje abisss. Mengatasi tengsin dan mengantisipasi kelakuan si KalkuSio, akhirnya kuminta si mas repar biat medical chek up-in si KalkuSio kecintaanku itu. Otreeee, yak! Mas repar bilang baterainya. Ouh? Spontan saya nyeletuk, “Batrei? Kok bisa tau kalau batrei?”,,, Aku menyangsikannya karena punya Yuntia yang serinya sama dan dia beli 2 tahunan sebelum aku saja masih awet bin bugar batreinya (baca: nyala kalkulatornya). Mas repar dengan kecut-asem mengacungkan batrei itu. Ohoo, sedikit terlihat noda tujuh tanda kematian batrei (kusam, hangus, ngembung, berubah fisik, dll -cari sendiri yak hehe-) dan tanda tersebut adalah berubah fisik dimana noda itu terlihat dan terapa seperti karat. Ngahaha, mungkin karena kehujanan dan pas jatek juga nggak bawa hair dryer plus di rumah sewaan juga nggak ada kulkas, akhirnya si KalkuSio pun tak di keringkan. Analisaku sih gitu.
Taraaaa...KalkuSio pasca recovery (halah bahasane) SOURCE

:DBut, whatever lah, yang penting sekarang My Dearest KalkuSio udah sehat bugar 

No comments:

Post a Comment

THE SWEET-ART LIFE © 2014