Wednesday, 2 January 2013

Cerita di RSIA Adinda

Wednesday, 2 January 2013

Beberapa waktu lalu tepatnya Rabu, 12 Desember 2012, saya berkunjung ke dokter kandungan –untuk pertama kalinya!- di RSIA Adinda. 
“Apa pasal ke dokter kandungan? Hamil?” 
Bukaaannn… haduh, saya belum menikah… 
“Lalu?” 
Hm, mau tau aja apa mau tau banget? Hehehe…

Sudah 3 bulanan kemarin saya belum haid. Siklusku memang panjang sekitar 30-35 hari. Kalaupun telat karena kecapekan atau stress kuliah, palingan juga 2 bulanan. Tapi berhubung ini sudah 3 bulanan makanya rada dagdigdug juga. Wajar kali ya, seorang perempuan khawatir beginian. Ibuk & Bapak udah nyuruh buat periksa dari lama, tapi berhubung saya takut, makanya baru tanggal itu saya berkunjung ke dokter.

Seperti biasa, tujuan pertama periksa adalah RSU PKU Muhammadiyah yang di Jl. KHA Dahlan. Sebelumnya saya sudah telepon sih tanya jadwal ada dokter kandungan yang perempuan ada atau enggak dan ternyata ada, terhitung jadwal dari jam 2 siang sampai jam 5 sore. Saya ke sana udah jam setengah 5 dan saya nggak bisa nyempil daftar! Rrrr… rasanya oh!

Akhirnya tanya deh nanti malem ada praktek enggak, ternyata ada. Tapiii… dokternya cowok! Hm, saya nggak mau. Bukan apa-apa, tapi digrepe-grepein sekalipun itu dokter tuh gimanaaa gitu. Lhah suami saya aja belum pernah ngegrepein :p

Ibuk langsung kasih saran buat ke dokter Diah. Beliau ini yang dulu nanganin Ibuk pas hamilnya si ucrit, Fai. Ibuk dapat kabar dari sodara jauh kalau dokter Diah sudah punya klinik sendiri di Jl. Godean namanya Adinda, jadi nggak di RSU PKU aja. Berhubung nggak tau letak persisnya akhirnya saya mengandalkan mbah gugel. Setelah perjuangan pencarian, nemu juga Klinik Adinda. Klinik Adinda tempatnya bukan di pinggir Jl. Godean persis tapi masih masuk ke selatan. Tepatnya perempatan mirota kampus godean ke selatan. Resto Mang Engking masih lurus terus kira-kira 100 meteran lah. Lokasi kliniknya ada di barat jalan. 

Masuk langsung ke receptionis bilang kalau tadi udah daftar via phone.
Mbak Perawat: *sambil nyatet dan tanya* Priksa apa, Mbak?
Me: Konsul, perutnya sakit (saya bingung mau jawab apa soalnya hamil enggak, mau KB juga enggak hehehe)
Mbak Perawat: Dismenore ya?
Untung sering denger istilah itu, jadi paham sama pertanyaan Mbak Perawat. Gampangnya, dismenore adalah istilah yang mengacu pada rasa sakit atau nyeri ketika menstruasi.
Me: Enggak, haidnya telat. 
Mbak Perawat: *memperhatikan saya –tepatnya badan saya- sejenak* berat badannya nambah drastis ya? 
Me: *meringis kaku* 
Mbak Perawat: Ya udah, ditensi sama nimbang dulu ya…
Langsung deh ditensi dan suruh nimbang. Rrr kenapa beratku jadi #$%^&*??? Nggak bisa manipulasi BB juga karena perawatnya mantengin jarum timbangan dengan semangat 45 :$

Ngomong-ngomong, rada surprise juga sama lokasinya karena pas dicritain sodara kan katanya klinik tapi ternyata RSIA haha (dan nggak cuma ada dokter kandungan saja lhooo). Pantes gede –dan bagus :3. Klinik ibu dan anak ini lebih mirip rumah. Jadi kesannya hommy banget. Area parkirnya juga lumayan luas, di depan dan di halaman belakang. Yang paling penting adalah: BERISH! *dari hati terdalam, saya berniat untuk periksa di sini lagi, kelak kalau saya hamil, bismillah...amin... :D*

Cukup lama sampai akhirnya nama saya dipanggil. Dagdigdug kembali terasa waktu masuk ruang praktek dokter Diah. Huwaaa… To be honest, saya takut kalau kenapa-kenapa, naudzubillah…
*setelah basa basi sejenak*
Me: Udah 3 bulan lebih belum dapet dok. 
Dokter Diah: Akhir-akhir ini berat badan naik drastis? 
Me: Hehe… iya dok. 
Dokter Diah: Berapa? 
Me: Hmm... *ragu (atau malu?)* sekitar 10 kg 6-8 bulan terakhir sih *meringis*
Akhirnya dokter Diah menerangkan kalau naik atau turunnya berat badan secara drastis itu bisa mempengaruhi hormon kita. Utamanya kalau kita (atau hormonnya ya? –lupa :p) sensitif. Kalau yang “kena” hormon yang mempercepat, maka bisa haid lebih sering, begitu juga sebaliknya. Sebenarnya hal ini sudah sempat terbesit juga sih mengingat beberapa temanku yang juga gemuk pernah mengalami telat haid. Penjelasan dokter Diah tentang hormon itu setengah saya seriusin dan tidak karena saya pengen cepet-cepet di USG.
Dokter Diah: Yuk sekarang di cek dulu.
Dagdigdug kembali hadir dan makin kenceng dari sebelum-sebelumnya. Lebay? Terserah deh mau dibilang lebay juga nggak apa-apa. Karena nervous jadinya kakiku rada tegang sampai…
Dokter Diah: Relax aja ya… :)
Dan kenervousan itu berakhir saat…
Dokter Diah: Bagus kok ini. Rahimnya sehat, nggak ada kista, indung telurnya bagus…
PLONG! Legaaa banget! Rasanya ganjelan sebesar batu gunung itu meluncuuurrrr…
Dokter Diah: Nah ini rahimnya ya, sehat… Ini kandung kemihnya blablabla…
Ucap beliau sambil menunjukkan rahim dan kandung kemih melalui monitor. Saya kebetulan nggak ngeh dan nggak paham karena di monitor gambarnya kayak film tahun 20an :p selain itu, cukuplah saya tahu kalau rahim saya dan perangkatnya dalam keadaan sehat wal’afiat. Alhamdulillah Ya Allah…
Setelah periksa beliau mewanti-wanti saya untuk berdiet karena hal telat haid semacam ini bisa terulang kalau BB saya nggak turun seperti sedia kala.
Me: Jadi nggak perlu pakai obat dok? 
Dokter Diah: Tetap dikasih karena kalau 3 bulan belum haid nanti telurnya jadi males. 
Me: Ooo…

-
Ada 2 jenis obat yang beliau resepkan untukku yakni Lutenyl dan vit E. Semuanya cukup diminum 1x sehari. Untuk hormon wajib diminum pada jam yang sama setiap sorenya. Ketika kutanya kenapa, alasannya karena ini berhubungan dengan “jam kerja” hormon.
Dokter Diah: Nanti obatnya (Lutenylred) untuk 5 hari. Efeknya tidak langsung tapi 3-7 (7 atau 10 ya? lupa saya hehehe) hari setelah obat habis. 
Me: Kalau belum habis tapi sudah keluar? 
Dokter Diah: Tidak mungkin. Biasanya sih tidak. Tapi kalau sudah keluar ya obatnya dihentikan :) Kalau sudah 7 (10?)hari masih belum keluar, nanti konsul lagi.
Okay, akhirnya selesai sudah periksa sama dokter Diah. Beliau sangat ramah, halus, runtut. Seperti priyayi. Justru saya yang terkesan buru-buru hehehe :p

Ini struk periksa di RSIA Adinda. Biayanya menurut saya average walaupun lebih mahal sedikit ketimbang kalau periksa di RSU PKU dengan dokter yang sama.


-
Well, sampai habis obat dan masa tenggang, saya belum juga period. Sebenarnya Jumat kemarin mau konsul ke dokter Diah yang kebetulan praktek di RSU PKU karena lebih dekat dari rumah (deket banget malah! hehe) tapi belum jadi.

Akhirnya, walaupun terlambat dari masa tenggang obat, tepat keesokan paginya Sabtu tanggal 29 Desember 2012 saya kembali period. Alhamdulillah :)

Oiya, kemarin saya ngobrolin ini sama Fiya dan dese ngutip bincangannya sama kakaknya yang dokter, kalau perempuan itu harusnya periksa organ wanitanya ini (baca: rahim dan perangkatnya) sekalipun belum menikah

SETUJU! 

Jadi nggak cuma pap’s smear aja yang dirutinin setahun sekali. Menurut saya, periksa rahim dan teman-temannya ini juga sangat penting. Kalau pap’s smear kan pemeriksaan buat mereka yang sudah menikah atau pernah berhubungan suami istri tapi kalau periksa rahim sepertinya berlaku untuk semua perempuan yang sudah dewasa. Karena fakta di luaran sana, mereka yang belum menikah atau belum pernah berhubungan suami istri pun bisa beresiko, naudzubillahi minzalik.

Sekian sharing pengalaman ini, semoga bermanfaat ya :)

TIPs!
Untuk yang mau USG, jangan pipis dulu yaaa... Usahakan kantung kemih dalam keadaan berisi supaya USGnya bisa lebih jelas dan mudah dideteksi karena urin merupakan penghantar yang baik untuk USG ini :)


Praktek dr. Diah Rumekti, Sp. Og.

RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Jl. KHA Dahlan Yogyakarta
Setiap Jumat pukul 17.00 WIB

RSIA ADINDA
Jl. Soragan Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 622988
·         

View Larger Map

18 comments:

  1. huhu aku juga sering telat ses :O
    pengen priksa juga sih. hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo priksa jeng, skalian cek juga hehe ^^

      Delete
  2. Aku sering telat juga. Malah pernah telat 6 bulan. Berasa hamil deh :))))

    Aku mau ah nyobain di RSIA Adinda. Habisnya biasanya di panti rapih. Dokternya suka buru2 gitu. Terkesan ngasal kan kalau buru2. Kejar target kali yak? -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. pasien panti rapih banyak sih mbak hehehe...
      di Adinda wlpn banyak semua yang konsul waktunya lumayan lama. ngantrinya sampe ngantuk2 hehehee... tapi puas :D

      Delete
  3. kalo aku sebulan 2 kali, harus periksa juga kali yak jeng

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyo mbok, dipresakke wae coba...

      Delete
  4. wahhh ifada ki jiaaan, saben nulis blog, jadi pengen nglakuin hal sama kayak kamu. Jadi pengen periksaa -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. waahahahaha...aku profokator dong yaa?
      gpp dhew, periksa ginian tuh mirip2 investasi juga :)

      Delete
  5. Hello! Nice post :)
    i tagging you in Liebster Blog Award
    http://www.kikicoroline.com/2013/01/liebster-award-thank-you.html

    Thank you :)
    www.kikicoroline.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. halooo...
      wah terima kasih... ok aku meluncur ke blogmu yaa :)

      Delete
  6. aku juga pernah 4 bulan. mungkin juga gara2 berat badan. klo berat badannya turun drastis, bisa gini juga ga?

    Join my first giveaway and win Thboxes accessories of your choice
    http://luchluchcraft.blogspot.com/2013/01/international-giveaway-win-thboxes.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mbak Inge,
      Kalau kata bu dokter sih tergantung sensitifitas masing2, kalau "kena" hormon yang memperlambat jadinya telat, begitupun sebaliknya. Penurunan BB drastis juga bisa mbak bikin siklus jadi "error" hehehe... Tapi yg aku tahu baru yang mens jadi keseringan gr2 BB turun drastis :)

      Delete
  7. assalamualaikum, halo Ifada salam kenal :)
    aku ni lagi program hamil sama dokter Diah Rumekti.. udah sejak februari, tapi gak telaten, hehe,,
    dari awal dokternya udah bilang "saya bukan dokter instan, gak bisa datang langsung hamil" hahaha,, dalam hatiku ya iyalah dok, siapa eluuu.... dokternya sabar dan cukup menenangkan yaa

    seneng baca ceritamu :)

    ReplyDelete
  8. Assalamualaikum.. halo Ifada salam kenal, aku nisa
    aku lagi program hamil sama dokter Diah Rumekti, udah sejak februari, sayangnya gak telaten, hehe...
    sejak awal dokter Diah bilang " saya bukan dokter instan, gak bisa datang langsung hamil.." hahaha... dalam hatiku, ya iyalah dok, siapa eluuu....
    dokternya sabar dan menenangkan yaa...

    seneng baca ceritamu :)

    ReplyDelete
  9. Assalamualaikum.. halo Ifada salam kenal, aku nisa
    aku lagi program hamil sama dokter Diah Rumekti, udah sejak februari, sayangnya gak telaten, hehe...
    sejak awal dokter Diah bilang " saya bukan dokter instan, gak bisa datang langsung hamil.." hahaha... dalam hatiku, ya iyalah dok, siapa eluuu....
    dokternya sabar dan menenangkan yaa...

    seneng baca ceritamu :)

    ReplyDelete
  10. Wa'alaikum salam, Nisa...
    Waaahhh senengnya yang lagi promil *jadi pengen kan kan kan* hihihii...
    Semoga sukses lancar jaya programnya, amin!
    Bu Diah emang halus and sabar banget. Bikin nggak horror *walaupun deg-degan jg sih :p*
    Besok kalau mau lahiran sama beliau juga, pas debay nya udah keluar, dirasain lagi ya perutnya. Soalnya dulu pas Ibukku ngelahirin adek bungsu, Bu Dokter keburu pergi dan ternyata masih ada darah kotor yang ketinggal dan berasa naik. Untung ada Bidan yang stand by. Jadi langsung bisa dibantu ngurut perut buat buang darah kotor, alhamdulillah gpp.
    Tp tenang aja kok, soalnya tante sama sodara jauh juga hamil dan lahiran pakai beliau dan alhamdulillah lancar :) + tanteku dari aceh juga promil dan akhirnya isi juga... ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. huwaaa.. Ifada,, makasih banget suntikan semangatnya :)
      semoga tantenya Ifada dan bayinya sehat..

      Delete
    2. amin...
      btw, tanteku yang promil skrg anaknya udah 3 hihihi ^^

      Delete

THE SWEET-ART LIFE © 2014