Wednesday, 5 November 2014

Potong Rambut

Wednesday, 5 November 2014
Kalau dulu awal-awal kenal facial, salon deket rumah pun jadi. Makin dewasa *ceilah*, saya makin selektif apalagi semenjak udah cocok sama skin care tertentu. Dari skin care trus cecentilan ngencanin day spa dan jadilah addict seperti sekarang. Dan dari sejak itu, mungkin ada lah 5 tahunan lalu, saya mulai nggak pernah sentuh yang namanya salon khusus rambut. Meskipun di sana juga menawarkan massage dan lulur tetep aja mindset saya: body treatment di salon rambut nggak bisa se-oke day spa.

Pokoknya setelah suka spa, urusan rambut semua ya saya lakukan di spa sekalian. Berhubung dari dulu rambut cuma flat-flat doank jadi merasa aman-aman aja sih treatment or hair cut di spa. Nah, beberapa tahun terakhir ini rambut ajegile parah banget. Padahal bawaan lahir rambut eyke ini tebal, batangan kecil alus, hitam dan bersinar *hoeek* *eiya bener!*. Entah karena demen ganti-ganti shampoo atau karena stres-stres juga, jadilah naudzubillah gini :(. Dan sampailah pada tekat untuk potong pendek sependek-pendeknya.

Tekat inilah yang menggiring saya untuk cari salon rambut yang oke. Saya maunya yang emang ngurusin rambut aja. Logika saya mengatakan, salon begituan pasti lebih detil dan fasih soal perambutan ketimbang tempat yang menawarkan perawatan rambut sekaligus badan. Nah karena nggak pernah kenal sama salon khusus rambut, bingung dong saya, apalagi ini Jogja bukan Jakarta yang apa-aja-ada. Oiya, penting lagi karena saya berjilbab, saya butuh yang ladies only atau yang punya ruang privat untuk itu.

Larissa
Ini tempat saya ngurusin muka -walaupun sekarang cuma beli produknya aja karena udah setahunan selingkuh sama skin care di Ristra PKU karena facialnya lebih slow, bersih dan nggak sakit hahaha-. Larissa ini awalnya kan emang tentang rambut. Sering hair treatment di sana kayak creambath or hair spa dan cukup oke. Oke di sini sih sebatas saya suka prosesnya yang pakai bahan alami macam blenderan buah dll gitu yaa, hasilnya sih yaaa wangi, lembut tapi biasa aja. Potong rambut hmmm pernah nggak ya, lupa deh. Tapi selama hair treatment di sani, kalau ada yang potong rambut belum pernah tuh nemu yang dimacem-macemin. Palingan ya bob atau layer. So, Larissa bukan pilihan.

Martha Tilaar Day Spa
Di sini ada hair styling juga sih, tapi ya gitu, saya nggak yakin. Satu-satunya hal yang bikin saya mempertimbangkan ini semata-mata karena tempatnya enak hahahhaaa.

Selebihnya ada Rivinni, Bowie, New Topsy, Rudy, Chandra Gupta dan semacam Johnny Andrean. Dari daftar itu nggak tau kenapa lebih condong ke Chandra Gupta dan Rudy. Dan akhirnya saya pilih pilihan sejuta umat: Salonnya Om Rudy! Yeay~ *prok prok prok* hahahaha :))) #antiklimaks :p

Milih ini karena dia lagi buka salon baru di mall yang saya lagi suka ke sana sih hehehe :p *alasan cethek* dan dia bisa ngasih tempat khusus buat saya yang jilbaban. Pas ngomong sama hair dressernya kalau mau potong cowok eee si dese bengong. Asli bengong. Liyet dia bengong, saya ikutan bengong donk ya. Kemudian setelah mukanya lempeng:

Hair Dresser: Potong kayak Yuni Shara itu?
Saya: Bukan. Nggak suka yang blenduk-blenduk gitu
HD: Mandarin?
Saya: Ha? Apa tuh gimana tuh?
HD: Yang *dia menjelaskan sambil tangan naik-naik ke rambut* << dan saya masih nggak ngeh
Saya: *bengong*
HD: Ada contohnya?
Saya: Bentar... *cek email buka hasil foto yang udah seharian saya kumpulin dan ZONK, gambar di email nggak bisa kebuka iisssss* << pelajaran banget malesan bluetooth gambar trus malah dikirim ke email. 

Kemudian terjadilah perbincangan dari hati-he hati:

HD: Serius mau potong segitu?
Saya: Ngg... sebenernya belum yakin juga sih, cuma kan ini rambut kering demek nggak banget, pengen aja potong trus ngulang dari nol *asmara kaleeee* biar tumbuhnya bagus
HD: Sebenernya nggak perlu seekstrem itu sih, kecuali kalau rambut rontok parah blablabla. Percuma juga potong pendek tapi nggak dirawat bener.

JLEEBB! :(((

Akhirnya saya kembali googling gambar yang harusnya bisa nongol di email. Errrr... Model yang saya cari tuh model rambutnya Cameron Diaz yang aku suki bingit sama rambutnya. 

Saya: Trus? *pasang tampang pasrah* Oiya, kalau kayak gini gimana? *nunjukkin gambar Cameron*
HD: Potong pendek nggak papa tapi jangan ekstrem *trus dese nengok foto* *trus nengok muka saya* *trus pegang rambut saya* maaf ya, mbak kan chubby ni kayak saya, jadi nanti saya bikin depan lebih panjang, kalau yang ini kan flat, jadi rahangnya biar ketutup.
Saya: Hmmm gitu ya, oke deh

Cepet aja, langsung deh gunting-gunting. Yaelah, mikir lama mertimbangin salon-salon ujung-ujungnya pake potongan rambut biasa hahahahaaa. Tapi sejujurnya kalau mau potong cowok ni hati juga belum kuat sih *halah*. Nggak lama lah, akhirnya kelar juga dan hasilnya memuaskan. Walaupun model potongan biasa nggak neko-neko, tapi hasilnya lebih oke dan rapi daripada kalau saya potong rambut biasanya. Ya, emang harus gitu sih hahahaa :))

Oiya, sedikit tips kalau urusan ke salon or spa: jangan takut buat bawel, dalam artian positif lho yaaa. Kalau lebih suka pake handuk hangat daripada steam, ya bilang. Kalau ada ozone, mending milih ozone. Trus kalau nggak suka di blow dry panas, ya bilang aja. Salon-salon udah banyak kok yang sedia hair dryer dingin. Jadi kayak kipas angin gitu. Kalau nggak suka mata ditutup pas maskeran, bilang juga. Selain kita nggak perlu grepe-grepe ngelepas, terapis juga nggak perlu sediain irisan timun atau kapas basah yang ujungnya cuma mubazir. Trus penting banget buat bilang tentang mana yang nyaman dan nggak nyaman saat di massage seperti *banyak ni!* terapis yang suka kenceng mijit bagian leher padahal itu nggak bagus. Pleeeuuusss, kalau bisa milih aromaterapi, silakan pilih. So, sebelum treatment bilang aja dos & donts nya supaya pas treatment nanti kita nggak repot pake request anu inu yang bikin momen relaksasi jadi terganggu :)

No comments:

Post a Comment

THE SWEET-ART LIFE © 2014