Monday, 12 January 2015

Parkir

Monday, 12 January 2015
Marilah postingan pertama di tahun 2015 ini diisi dengan curhatan soal parkir-parkiran...

Saya termasuk orang yang suka senewen kalau berurusan sama parkir. Nggak sekali dua kali urusan parkir jadi drama. Beberapa bulan lalu sempet adu mulut sama tukang parkir di Malioboro tengah. Ini tukang rese banget. Udahlah dia nggak pakai seragam, ngomongnya sengak bentak-bentak, nggak boleh ngunci kendaraan dan nggak ngasih karcis parkir! Pas sini minta karcis dia malah ngusir! Yup, saya diusir suruh parkir di tempat lain kalau nggak mau ikutin rules dia. BAGOOOSSS... *jambak jambak*. Akhirnya daripada tensi naik dan insecure sama motor mending milih buat pindah tempat parkir.

source


Semenjak itu rasanya makin males les les kalau ke Malioboro, apalagi saat musim liburan yang naudzubillah macetnya. Kadang sampai heran kalau sekremyuwek itu, apanya coba yang mau dilihat? Menurut saya pribadi, Malioboro kala padat emang paling pas kalau didatengin jalan kaki *helo, gempor!* atau kalau pengen lebih nyaman bisa naik becak atau andong karena dua kendaraan itu punya jalur khusus, jadi nggak repot ikutan one way. Buang jauh-jauh rencana ke Malioboro pakai mobil pribadi kalau pengen hidup sehat umur panjang. Nggak bencanda nih, asli serius!

Balik lagi soal parkir. Bulan lalu saya ke Malioboro lagi dan tujuan saya di MM yang notabene ada dibagian tengah. Artinya, saya harus cari parkir di seputaran area drama beberapa bulan sebelumnya. Kali itu saya memilih untuk parkir di depan masjid kompleks DPRD Kota karena sekalian mau solat. Alhamdulillah service parkirnya enak. Nggak wow gimana gitu sih, tapi sopan, nggak ceriwit nglarang ngunci kendaraan, dikasih karcis dan bayarnya nanti kalau mau pulang (fyi, banyak tukang yang doyan nodong bayaran di depan, tanpa karcis dan nggak boleh ngunci erwrr).

Yang akan jadi cerita inti saya ini adalah pengalaman markir motor tadi malem. Karena pengalaman nyaman markirin motor di depan masjid dekat DPRD Kota bulan kemarin, malam tadi saya pun markir di sana. Long story short, setelah hajat berbelanja kelar, saya berniat pulang. Eee cuaca yang kata BMKG-dengan-warningnya-supaya-warga-jogja-siap-dengan-panas-ekstrem ndilalah bressss hujan aja dooong. Jadi yaa melongo aja pas keluar MM. Yasud, balik ke j.co lagi buat ngendon karena hujannya deres. Untungnya hujan nggak berlangsung lama dan begitu reda langsung cuss ke parkiran buat ambil motor. Pas mau masang helm baru ngeh kalau jaket saya raib. Tetooot... Cuma bisa nyeletuk "Oh my...". Nggak mau marah-marah juga karena saya emang doyan banget ninggalin jaket di motor dan nggak dimasukin bagasi. Baru saja syahdu mengikhlaskan si jaket, tahu-tahu pak parkir datang sambil nenteng jaket saya. Subhanallah...

Cuma bisa makasih-makasih berkali-kali ahahhaa...

Ini mungkin hal kecil yang bagi orang lain adalah hal biasa, wajar atau malah berpikir kalau seharusnya emang begitu. Dan saya juga bakal nggak se-surprise ini kalau itu terjadi di kampus, misalnya, yang memang tukar parkirnya kenal baik sama kita pleus lokasi parkir separuhnya sudah tertutup. Tapi ini Malioboro, cyin! Saya bersyukur sekali dipertemukan dengan orang baik yang berinisiatif menyelamatkan jaket saya dari guyuran hujan di tempat yang saya nggak pernah berharap "lebih". 

Semoga Bapak Parkir itu selalu mendapat keberkahan ya... Amin... You really made my day, Pak!

No comments:

Post a Comment

THE SWEET-ART LIFE © 2014